Rabu, 06 November 2013

Don't Have Tittle, Chapter 5

Aku tidak mengerti apa yang aku rasakan sekarang, bingung, sesak, pasrah, dengan apa yang terjadi. Aku sudah bosan memikirkan seseorang yang sama, orang yang jelas - jelas tanpa sadar di benaknya sudah menyakiti sekaligus membuat hati ini berbunga-bunga. Dia datang ketika butuh, aku hanya dijadikannya tempat persinggahan sementara baginya. Ketika cintanya pergi dia datang kepadaku dan ketika cintanya datang kembali dia melupakan semua jejak yang telah dibuatnya bersamaku. dia sungguh jahat, dia anggap apa diri ini ? sebagai tempat pengisi hatinya yang kosong ? sungguh KEJAM.
Aku ingin melupakannya, biarlah semua kenangan indah dulu, disimpan rapi pada tempatnya, tidak aku tengok lagi kenangan itu. Kelihatannya hati ini sangat cengeng, tapi mau diapakan lagi, dia yang membuat hati ini remuk sungguh amat remuk.
Semoga setelah aku menulis ini, aku bisa melupakannya. dan menganggapnya sebagai orang biasa yang pernah hadir dihidupku
Tuhan bantu aku melupakan rasa ini ke dia.

Jumat, 01 November 2013

Mengharapkannya yang MASIH Mengharapkannya

Disaat mengetahui orang yang diharapkan masih mengharapkan orang lain, hati yang mengharapkannya sungguh amat teriris, terluka, remuk, hancur. Dimana orang itu posisinya akrab dengan yang mengharapkannya. Ketika dekat itulah orang itu masih memikirkan orang yang diharapkannya, disini merasa diabaikan perasaanya.

Apa arti perhatian itu ? Apakah hanya sekedar perhatian biasa ? Apakah dia hanya menguji coba ? atau Apakah hati yang disini menanggapi sebuah perhatian itu lebih ?. Andaikan hati perasaan ini bisa berkata mungkin sudah berteriak menyebutkan kata ENTAHLA.

Dia pandai sekali membuat hati ini terbang dari tanah menuju langit ketujuh, dengan sikap, perhatian, dan cara menuliskan pesan singkatnya, menunjukkan lebih dari orang lain. Sempat terlena dibuatnya, dan berfikir Mungkinkah Kami Akan  Bersatu ?, dengan optimisnya pikiran ini membayangkan kata YA KAMI BISA BERSATU. Pikiran bisa berpiikir seperti itupun karena dia yang membuat dan membolehkan pikiran ini mencantumkan kalimat YA KAMI BISA BERSATU.

Hari demi hari seakan - akan sudah menjadi milik kami, dan kalimat YA KAMI BISA BERSATU sudah melaju menuju puncak teratas dan yakin itu pasti terjadi. Hati ini menerima semua sikap manisnya, amat sangat menerima walaupun yang paling dasar masih berpikir "ini semua hanya bualan", tapi itu bisa terkalahkan karena sikapnya, kata "ini semua hanya bualan" hanyut tenggelam, berganti dengan YA KAMI BISA BERSATU. Sangatt bahagia pada peristiwa itu.

Tanpa sepengetahuan dia, disini sudah mengetahui bahwa di dalam hatinya masih tersimpan tempat yang luas untuk orang lain, dan sedikit mungin tidak ada tempat untuk disini. Tapi tetap optimis YA KAMI BISA BERSATU. Itu yang membuat hati ini pura - pura tidak mengetahui bahwa dia masih mengharapkan orang lain.

Tanpa sebab dia pun menghilang secara tiba - tiba. Adakah yang salah dengan diri ini , sehingga membuatnya menghilang dan menghindar ?. Kata yang membuat optimis YA KAMI BISA BERSATU pun turun setengah tiang mungkin hampir jatuh kebawah, dan naiklah kata yang sempat berdebu dan terabaikan "ini semua hanya bualan". Membiarkannya menghilang, hati ini pun terasa terombang - ambing, dia membiarkan disini membuat tanda tanya besar atas kepergiannya yang bikin serba salah. Disini maklumi itu.

Memantau dia secara diam-diam dari dunia maya, mengecek keadaanya, apakah dia baik - baik saja ? apakah dia sedang dekat dengan orang lain ? apakah dia membuat sebuah kalimat yang menyindir disini ?.  Memantau dia secara diam -diam itu sudah membuat hati ini lega ternyata dia baik, membuat hati ini tidak karuan karena dia sedang dekat dengan orang, dan membuat hati ini lebih sakit karena dia sama sekali tdak ada tanda - tanda sudah pernah mengenal hati ini. Dan hanya bisa berkata "Yasudahla". Kata YA KAMI BISA BERSATU pun turun dengan mulusnya jatuh tergeletak begitu saja berganti naik dan membuat yakin "ini semua hanya bualan". Oh, Tuhan apa dia tidak peka, tidak menyadari apa yang sudah dia perbuat dengan hati ini ?.Sadarkanlah dia.

Hari berganti hari, minggu, bulan, sudah terlewatkan tanpa kehadiran pesan singkat dari orang itu, sudah terbiasa.

Seketika dia muncul, dan mengajak kompromi kembali dengan hati ini, hati ini belum bisa menolak orang itu, dan kompromi pun diterima. 

Tanpa diketahui oleh dia lagi, disini meihat gelagatnya di dunia mayaa. Ternyata di semakin menjadi - jadi menunjukkan bahwa dia masih sangat berharap dengan orang yang diharapkannya, masih dengan orang yang sama. Kali ini, rasanya lebih sakit dari sebelumnya, sakit sekali. Ingin berteriak dan berkata kepadanya " Hei Aku disini, orang yang sudah terpikat kepadamu, Tolong rasain juga apa yang aku rasa, tolong peka lah sedikit, tolong lihat aku, lihat apa yang kamu lakukan terhdapku, kamu udah ngelukain aku dengan sikap kamu yang masih seakan - akan mengharapkan orang itu, tidak bisakah kamu lihat orang yang sakit membaca tulisan - tulisanmu bukan untuk dirinya, tetapi untuk orang lain, Kamu bisa ngerti ngggak ?!". Tetap berpikir untuk berkata seperti itu. 

Memang dia bukan cinta pertama aku,tetapi dengan cepatnya dia mengisi  wadah di salah satu hati ini, dan itu sudah menjadi tempat untuknya permanen.

Apakah aku salah mengharapkannya, walaupun tahu dia masih mengharapkan cinta lamanya ?

Apa aku bodoh Mengharapkannya yang MASIH Mengharapkannya ?

Andaikan Tuhan Mempertemukan Kita terlebih dahulu, sebelum Kamu bertemu dengannya.