Hai dear blog, aku mau bercerita sedikit tentang kegiatan
hari ini. Sebenernya sih ngggak ada yang istimewa, cuma belajar di kampus
seperti biasa pulang cepet sih dan aku bersama ketiga sahabat cewek yang
tersayang pergi nonton bioskop menghilangkan penat yang ada. Kami nonton “AssalamulaikumBeijing”
awalnya sih aku nggak mau nonton film itu pasti tentang cinta – cintaan, aku
maunya nonton “Merry Riana” biar ada motivasi sedikit buat UAS eh merekanya
nggak mau yasudah aku ikut aja sama mereka nonton assalamualaikum Beijing.
Aku nggak nyangka film assalamualaikum Beijing bagus banget,
ceritanya itu tentang wanita bernama
asma yang sebentar lagi mau nikah tetapi calon suaminya selingkuh, diapun pergi
meninggalkan Indonesia pergi ke Beijing untuk bekerja sebagai reporter disana
juga sebagai penyembuh luka hatinya. Di Beijing dia bertemu dengan Zhongwen
seorang pemuda sana yang telah menjadi penyembuh luka asma, Zhongwen memanggil
asma dengan Ashima yang bearti wanita menarik, cantik asal kota Yunan. Zhongwen
yang bukan muslim jatuh hati kepada asma sejak pertemuan mereka di bis Beijing.
Zhongwen menjadi seorang mualaf, dia menjadi mualaf karena asma adalah
perantara hidayah dari Allah SWT untuknya. Kenapa aku bercerita tentang alur
film ini, karena film itu sama seperti kondisi aku sekarang. Pangeran jenius
orang yang berbeda dengan aku, dia seperti Zhongwen tetapi lebih terarah.
Pangeran bertanya assalamulaikum Beijing itu tentang apa,
aku hanya kaget dia mengajukan pertanyaan seperti itu, aku bingung harus
menjawabnya, apa ini pertanda dia mulai tertarik di duniaku, atau aku hanya
menyimpulkan ini terlalu cepat, mungkin dia hanya bertanya saja karena tidak
ada pembicaraan yang menarik lagi yang dibahas. Tapi aku senang, entahla
perasaan aneh ini muncul begitu saja, walaupun aku tak menjelaskan secara
keseluruhan tentang isinya karena aku sangat berhati – hati menjaga kata – kata
kalau saja di tersingung nantinya. Setelah itu dia menjawab dengan singkat
semua pesan yang aku kirim, aku tak ingin berprasangka buruk dulu, mungkin saja
pangeran jeniusku sedang belajar, mungkin juga dia bingung mau bertanya apa
lagi, dan mungkin dia menunggu aku yang menceritakan tentang isi film
assalamulaikum Beijing itu. Banyak kemungkinan hipotesis disini.
Aku berharap dalam hati paling kecil walaupun sebenernya
tidak mungkin, tapi mungkin saja bagiNya. Dia, pangeran jenius bisa seperti Zhongwen
yang ingin menjadi cahaya penerang untuk Ashima menuju surgaMU
Amin.