Senin, 12 Januari 2015

Petunjuk Dari Assalamualaikum Beijing

            Hai dear blog, aku mau bercerita sedikit tentang kegiatan hari ini. Sebenernya sih ngggak ada yang istimewa, cuma belajar di kampus seperti biasa pulang cepet sih dan aku bersama ketiga sahabat cewek yang tersayang pergi nonton bioskop menghilangkan penat yang ada. Kami nonton “AssalamulaikumBeijing” awalnya sih aku nggak mau nonton film itu pasti tentang cinta – cintaan, aku maunya nonton “Merry Riana” biar ada motivasi sedikit buat UAS eh merekanya nggak mau yasudah aku ikut aja sama mereka nonton assalamualaikum Beijing.
           Aku nggak nyangka film assalamualaikum Beijing bagus banget, ceritanya itu tentang wanita bernama asma yang sebentar lagi mau nikah tetapi calon suaminya selingkuh, diapun pergi meninggalkan Indonesia pergi ke Beijing untuk bekerja sebagai reporter disana juga sebagai penyembuh luka hatinya. Di Beijing dia bertemu dengan Zhongwen seorang pemuda sana yang telah menjadi penyembuh luka asma, Zhongwen memanggil asma dengan Ashima yang bearti wanita menarik, cantik asal kota Yunan. Zhongwen yang bukan muslim jatuh hati kepada asma sejak pertemuan mereka di bis Beijing. Zhongwen menjadi seorang mualaf, dia menjadi mualaf karena asma adalah perantara hidayah dari Allah SWT untuknya. Kenapa aku bercerita tentang alur film ini, karena film itu sama seperti kondisi aku sekarang. Pangeran jenius orang yang berbeda dengan aku, dia seperti Zhongwen tetapi lebih terarah.
              Pangeran bertanya assalamulaikum Beijing itu tentang apa, aku hanya kaget dia mengajukan pertanyaan seperti itu, aku bingung harus menjawabnya, apa ini pertanda dia mulai tertarik di duniaku, atau aku hanya menyimpulkan ini terlalu cepat, mungkin dia hanya bertanya saja karena tidak ada pembicaraan yang menarik lagi yang dibahas. Tapi aku senang, entahla perasaan aneh ini muncul begitu saja, walaupun aku tak menjelaskan secara keseluruhan tentang isinya karena aku sangat berhati – hati menjaga kata – kata kalau saja di tersingung nantinya. Setelah itu dia menjawab dengan singkat semua pesan yang aku kirim, aku tak ingin berprasangka buruk dulu, mungkin saja pangeran jeniusku sedang belajar, mungkin juga dia bingung mau bertanya apa lagi, dan mungkin dia menunggu aku yang menceritakan tentang isi film assalamulaikum Beijing itu. Banyak kemungkinan hipotesis disini.
            Aku berharap dalam hati paling kecil walaupun sebenernya tidak mungkin, tapi mungkin saja bagiNya. Dia, pangeran jenius bisa seperti Zhongwen yang ingin menjadi cahaya penerang untuk Ashima menuju surgaMU
           Amin.