Rabu, 31 Desember 2014

2014 memories

                Hallo my blog, apa kabarnya udah lama ya aku nggak liat – liat kamu, pasti kamu sudah usang sekarang hehe. Maaf ya baru bisa berkujung di malam akhir tahun ini, malam – malam di tahun 2014 kemarin aku busy sekali cielaaah.
                Oh ya malem ini aku mau berbagi cerita tentang apa aja yang udah aku alamin di tahun 2014, banyak sih tapi kebanyakan lupa, maklum ya sudah mulai pelupa aku :’’ . Okeyy aku bakal nyampein cerita – ceritanya nggak tau ya kalian bakal suka atau nggak. Aku nulis ini harus melewati berbagai rintangan menghadang mulai dengan suara percon yang mendentumdentum buat jantungan, ting dari BBM temen yang curhat, mengukir kata – kata, menggapai bintang yang kena asap percon, dan….. stop !!  ini sudah sangat lebay dan memuakan haha -___-, langsung aja ya.

            Kita review ke belakang trengtrengtreng…… 

Awal Januari mungkin waktu itu aku masih sibuk dengan ujian semester satu sibuk dengan segala pelajaran yang buat aku ingin terbang ke awan melihatnya *eleh semester satu brooo helloww bayangin betapa dagdigdurbembumbimnya aku ngadepin ujian akuntansi, dasar pemograman, dan pelajaran baru yang belum pernah aku liat sebelumnya waktu putih abu – abu, apalagi akuntansi sama dasar pemograman apaan itu rasanya migrant seketika main logika sama benda petak yang katanya pinter diseluruh dunia you know lah what I mean dan akuntansi aduhh pelajaran satu ini ngeliatnya aja udah horror banget secara seorang putri salju kan anak lab yang mainannya sama senyawa- senyawa  dulu waktu masih putih abu – abu, yang bener aja dihadapkan sama akuntansi perfeksionis tentang keseimbangan balance antara kredit dan debit hidup aku aja nggak seimbang antara hati dan dia *ups sakitnyaa lagi ngeliat angka – angka yang fantastis cuma bisa meratapi mereka tanpa memiliki kebayangkan betapa merananya hiks  kok jadi ngelantur gini, pokoknya gitu deh kejadian waktu januari lanjut aja ya ke februarinya.
Februari bulan dimana kata orang adalah bulan penuh cinta, bagi aku sihhh biasa aja sampai ketemu sang pangeran itu. Awalan bulan ini masih suasana ujian walaupun jurusan kami udah selesai dari januari akhir kalo nggak salah, tinggal nunggu hasilnya aja entah tepat tanggal berapa nilai itu keluar aduhhh nunggunya kerasa mau mati aja, garuk – garuk dinding, guling – guling dijalan, manjat rumah, berubah jadi monster semua itu hanya fiktif belaka, aku tetap menunggu nilainya seperti princess dan putri keraton, akhirnyaaaaa nilai keluar yeee dan hasilnya sangat memuaskan jauh lebih baik dari yang dibayangkan dan beasiswaku masih aman J. Seminggu sebelum semester dua kami harus mengisi KRS yang ribetnya ampunnn dah setengah mampus tapi its oke aman – aman aja kok. Dan masuklah kami di semester hari pertama masuk langsung dihadapkan sama mata kuliah algoritma tapi dalam bentuk program, rasanya mau teriak “tolonggggg keluarkan rapunzel dari menara jelek ini, dimana pangerann ?” yah sekirayna gitu deh, jujur ya liat dosennya itu rasanya mau duduk paling belakang aja paling sudut biar gak keliatan, ditambah lagi digabung sama jurusan lain mau teriak lagi “masukkan aku ke dalam botol jin aladin aja, nggak sanggup melihat kenyataan yang ada tuhan”, siangnya ketemu mata kuliah matematika ekonomi horror juga nih tapi nggak jadi horror karena dosen yang baik hati :$. Hampir mendekati seminggu melewati  semester dua, dimana hari sabtu harus ketemu lagi sama algoritma berbentuk program hellowww akhir pekann broo ketemu yang begituan itu lebih serem  dari terowongan Casablanca *jadul amat filmnya*. Mau nggak mau, suka nggak suka kaki ini harus melangkah dipagi itu menuju gedung biru yang eksotis seperti laut biru indah seperti langit yang biru tajam seperti pewarna pakaian warna biru sakit seperti memar warna biru, apalagi yang biru – biru yaa hewwww. Masih teringat jelas dalam benakku uwouwooo…, sabtu yang suram dimana aku telat ke kampus terus ternyata sampai sana salah kelas cuma satu kata ‘mampus’ -__-, waktu itu aku naik kelantai dua dengan ogah – ogahan sampai di depan kelas langkahku terhenti, aku tak melihat teman – temanku yang pe’ak disana aku bingung harus bagaimana uwouwooo.., dengan cepat dan sigap handphone diambil dari tas dan langsung mencari nama – nama orang pe’ak yang sangat aku sayangin tapi apa mau dikata pulsa sekarat, handphone kumat lemotnya, paket data mau mampus mau teriak aja “penyihir tolong tusuk aku dengan jarum beracunmu agar aku tertidur dan melewati hari suram ini”, aku sempat berfikir apa aku gak usah masuk aja ya ? entah apa yang merasuki diriku, aku langsung melihat handphone kembali dan melihat memo dan ternyata penyelamat itu datang aku baru ingat sempat membuat jadwal kuliah di memo, dan ternyata kelas menegrikan itu ada di lantai tiga !! dengan efek slow emotion aku menaikkin tangga yang curam itu menuju kastil kegelapan paling ujung di sudut sebelah kiri, aku lelah aku tak sanggup lagi menerima kenyataan ini uwouwoo aku telat, aku mengintip – ngintip ke pintu yang tinggi dan melihat orang – orang pe’ak tersayang ada disana aku bahagiaa sekali *ealahh, denga gerakan hati – hati aku membuka tirai pembatas antara aku dan mereka dan apa yang aku dapatkan ? mereka melihatku semuanya wanita – wanita pe’ak itu melihatku dan berkata “kemana aja, udah telat ini !!” begitu sekiranya. Aku melangkah dari pintu ke meja seseorang entah darimana asalnya dia dan bilang “maaf pak telat” dan dia hanya menjawab “ya”, dan aku bertanya kepada salah satu pe’ak di sebelahku kondisinya itu kami duduk di depan sekali “siapa dia, mana dosen kemarin ?” dan wanita itu hanya menjawab “nggak tau siapa, dia belum memperkenalkan diri mungkin dosen baru atau pengganti sementara dosen kemarin yang lagi sakit mungkin” dan aku menjawab “ohh”. Dalam hati aku menjerit “tolong pangeran selamatkan aku dan temani aku untuk menghadapi materi robot petak yang menyeramkan ini”. Dia sang pangeran jenius.
Masuk  bulan maret perkuliahan berjalan lancar seperti biasa, aku sudah bisa mencoba beradaptasi dengan semua materi yang diajarkan tidak ada kesulitan yang berarti walaupun sedikit – sedikitlah, dan mata kuliah yang ngebuat aku ingin masuk ke botol jin aladin sudah menjadi sepatu kaca indah milik Cinderella, yang didambakan semua princess di dunia oalahh, pertolongan datang saat dibutuhkan thankyouuu God. Aku lupa ya apa aja hal – hal yang udah aku lakuin di bulan maret tapi ada satu hari tepatnya tanggal 14 maret 2014 salah satu wanita dari anggota pe’ak bertambah umur dan semakin tua, siapa namanya ? secret r-a-h-a-s-i-a,  acara yang kami buat gak terlalu meriah kok biasa aja, cukup membuat basement kampus gempar seperti anak Krakatau memuntakan buburnya iakss. Dan tepat di bulan ini juga dia, orang itu yang aku sebut 78 hari menemukan dambatan hatinya, dan mendengar itu kalian tau rasanya bagaimana seperti air laut yang berubah hitam karena limbah seperti langit cearah  yang berubah menghitam karena cuaca seperti pakaian putih yang terkena luntur oleh pakaian warna hitam seperti luka yang sudah menghitam karena tidak diobatin itu sakitnya luar biasa fantastis. Dan aku mencoba  melupakan orang itu sampai saat ini mengubur semua kenangan yang dia lakukan selama 78 hari, dan sekarang aku udah menutup buku semua tentang dia.
April moop kata spongebob gitu, bulan yang penuh kejahilan di dunia tapi aku lupa pernah buat kejahilan apaan yaa. Seingat aku april ini udah mau masuk ujian tengah semester “Oh tidakkk !!” hiks. Semuanyaa sibuk mempersiapkan diri buat uts sama kami juga tingggal menghitung hari waktu itu. Dan hari pertama uts pun tiba, yang diawali dengan pelajaran itu, dan juga diawali dengan salah jadwal kebayangkan gimana salah jadwal ujian itu sperti induk Krakatau yang meletus kalang kabut gak tau mau gimana bolak – balik dari lantai tiga ke empat dari empat ke tiga tanpa efek slow emotion dosen bilang  “ kerjain ini aja dulu “ dan kami berteriak “ yahh pak kami belum belajar yang ini, yahhh “ sekiranya gitu deh , dan sang pangeran jenius itu berkata “ udah jangan nangis “ sekiranya juga gitu hehe. Dan akhirnya ujian di pagi itu dibatalkan untuk jurusan kami dan diganti hari sabtu kalo nggak salah dan kami harus ujian double pada hari tersebut, nggak apalah daripada tetap dipaksain trus dapat nilai kecil pilih mana ? sabtu itu pun tiba dimana otak dibuat mengeluarkan asap kayak petasan jam dua belas tadi OMG. Setelah selesai sama ujian dengan robot petak, kami langsung lanjut dengan selembar kertas bergaris yang besar itu dan membuat ntah apa itu hehe. Nggak terlalu susah sih cuma sedikit membingungkan dan yang ngawasin ujian kami sang pangeran jenius, oh tuhan betapa baiknya ciptaanmu satu ini, dia mendekat ke arahku dan bilang sambil nunjuk kertas besar itu “ ini salah “ aku hanya bengong terdiam seperti apalah gak tau lupa dan bilang “hah, boleh ganti kertas lagi ?” dengan wajah yang penuh belas kasih, dia pergi dari sisiku uwouwooo beranjak ke singgahsananya dan mengambil lembar kertas yang aku harapakan itu dan dia kembali ke sisiku uwouwoo memberikan kertas itu dan aku mengucapkan “terimakasih” tanpa dia menjawab dan berlalu lagi dari sisiku uwouwoo, dengan cepat seperti mobil yang ada di fast and furious  6  aku membuat kembali ujian itu dan mengisinya dengan lebih teliti, eh tiba – tiba mendekat lagi sang pangeran jenius ke arahku langsung aja aku mengisyaratkan apa yang aku tulis dan dia melihat kertas dan dia hanya mengangguk atau cuma “hmmm” sekiranya begitu, syukurlah tidak ada lagi pengulangan.
Mei, apa yang yang istimewa di bulan ini ? kalo nggak salah sih banyak tanggal merahnya dalam satu minggu hehe. Ada kok istemewanya, dimana dibulan ini adanya kegiatan anggota gengs jurnalistik, acara waktu itu merupakan acara yang paling seru dan paling ngebuat kulit aku belang selama seminggu kurang lebih, itu sangat menyiksaaa, rasanya bumi seperti mau runtuh dan goyah uwouwoo, nggak semangat ke kampus, mau dirumah aja perawatan atau nggak ke salon ngelakuin spa tapi sayang itu nggak bisa terlealisasi. Pokoknya kegiatan gengs jurnalistik bulan mei sangat seru nggak bisa dijelasin secara rinci karena udah lupa hehehe. dan bulan mei ini nilai ujian tengah semester kami keluar tidak terlalu buruklah walaupun dibandingkan semester satu kemarin lebih baik, dan insiden ujian bulan april itu nilainya nggak terlalu jelek, standarlah.
Juni bulan penentuan semester dua, karena  bulan ini ujian akhir semester akan segera dimulai, semua mahasiswa/I sibuk mempersiapkan diri mereka, mengejar nilai terakhir di semester ini begitupun juga aku, walaupun sebenernya usahaku kurang maksimal jujur ya ini. Mendekati ujian akhir banyak sekali tugas besar yang diberikan kepada kami yang tak berdaya ini, termasuk pelajaran sang pangeran jenius. Aku lupa itu tugasnya bulan mei atau bulan juni, pokoknya tugas besar. Itu ngebuat stress tingkat dewa ngerjainnya, persaingan terlihat dari blok A dan blok B nggak ada yang mau bantuin kelompok kami ini yang isinya wanita pe’ak semua tamat sudah riwayat kami sempat berpikir begitu sih. Sampai akhirnya seorang kesatria datang dari negeri sebrang datang membantu putri – putri raja yang kesusahan untuk menyelesaikan tugas mereka. Kesatria itu salah satu teman dari teman putri raja. Kestaria menyelamatkan kami, dan sekarang kesatria itu menghilang entah kemana. Tugas besar pun selesai tepat waktu dan itu rasanya seneng bangettt, dan lupakan tentang tugas besar itu. Hari terkhir ujian pun tiba dan itu jadwalnya sang pangeran jenius aku nggak mau mengecewakannya lagi, dengan serius aku mengerjakan ujian itu dan akhirnya selesai sebagai orang pertama dikelas itu, aku langsung keluar dan itu rasanya seperti baru menghirup udara kebebasan. Aku duduk sendirian di depan kelas sambil menunggu putri – putri pe’ak yang lain selesai mengerjakan, dan tiba – tiba sang pangeran jenius keluar dari kastil sebelah aku dan dia mengobrol entah apa yang kami obrolkan kalo nggak salah tentang ujian itu aku lupa hehe. Lagi seru- serunya salah satu dari anggota  blok B sudah selesai dan mengganggu saja sok asik iuhhh. Sang pangeran jenius pun pergi meninggalkan putri sendirian. Tak perlu waktu lama semuanya telah selesai mengerjakan ujian, kemudian kami berbincang – bincang tentang ujian tadi dan sampai di suatu peristiwa blok B menutup pintu kastil mereka dimana di dalam kastil itu terdapat sang pangeran jenius yang sedang terperangkap Oh GOD !! apa yang mereka lakukan !, mereka mengajak sang pangeran foto – foto dan itu membuat salah satu putri dari blok A sedihhh dan rasanya mau nangis ditempat itu !! tapi putri – putri yang lain dengan cepat membawa sang putri yang sedang bersedih melihat sang pangeran pergi dari tempat itu. Bagi sang putri kejadian itu tidak akan dia lupakan sampai kapanpun, dia bertekad akan bisa berpoto juga sama sang pangeran jenius lihat saja nanti. Eh iya sampe lupa dibulan ini juga aku dan tiga wanita pe’ak atau sering dikenal dengan nama wonder women sosialita ikut lomba tari tingkat daerah dan menang sebagai runner up 2 horayyy, walaupun waktu ikut lomba kami izin di ujian akhir semester hari pertama.
Juli dan Agustus bulan yang tidak ada kegiatan karena ini bulan panjang untuk tidak kuliah, jadi nggak terlalu banyak cerita yang istimewa walaupun ada sih tapi aku lupa hehe. Dan sekitar antara bulan ini juga nilai semester dua kami keluar, masih bagus kok walaupun tidak sebagus semester satu kemarin nilai yang aku punya tapi harus tetap bersyukur.
September awal sih masih libur karena adek – adek yang masih harus ospek, tapi sebelum kuliah aku masih tetap ke kampus, biasa putri yang sibuk, sibuk ngurusin promosi jurnalistik buat adek – adeknya. Di bulan ini juga aku ketemu kurcaci kecil yang mirip sekali sama pangeran jenius, aduhh jadi kengen hehe, dan ternyata dia ikut jurnalistik yesss. Tapi dia itu kurcaci yang cuek dan acuh tak acuh sama aku sampe sekarang, walaupun terkadang dia suka bersikap manis kok, kadang sihh. Dan ada lagi satu kurcaci yang coba mendekatkan diri sama putri salju ealahh. Dia coba mendekati kurang lebih satu bulan sampai bulan Oktober, kurcaci satu ini selalu bersikap manis sama putri salju perhatian kalo lagi di dunia maya, coba di dunia nyata manggil aja nggak, dan disitu yang membuat putri salju ragu akan semua kata indahnya. Putri salju cuma mau pembuktian karena dia sudah lelah dengan kata – kata manis dari semua para pria. Dan di bulan ini juga 78 hari itu ulang tahun.
November sebagai jadwal bulan untuk ujian tengah semester tiga, aku bertekad untuk memperbaiki nilai menjadi lebih baik dari semester satu dan dua kemarin, beberapa minggu berselang nilai uts pun keluar dan hasilnya cukup memuaskan bagai aku, terimakasih tuhan semoga ini awal yang baik untuk mendapatkan nilai akhir semester tiga ini.
Desember ceria, sempat aku berpikir desember akan menjadi bulan paling ceria seperti desember – desember yang lalu. Di bulan ini tiga putri dari anggota wonder women sosialita bertambah umur termasuk aku diantara tiga ini. Banyak air mata terbuang di bulan ini, entah kenapa harus terjadi di bulan desember, walaupun diantara air mata itu, ada juga kegembiraan yang ada. Kejutan dari sahabat – sahabat masih ada di bulan desember, ditambah lagi kejutan dari kaprodi jurusan itu nggak disangka bangett, walaupun telat sih tapi nggak apa yang penting masih bulan desember. Yang paling tak terlupakan dan tak terbayangkan kejutan dari wonder women sosialita, itu sueper trap gilaa. Penuh uraian air mata, nggak kebayang kan sampai bisa segitunya, ditambah lagi kado dari wonder women sosialita OMG !! gak bisa aku sebutkan.

Hufthufthufthuft selesai juga reviewnya, maaf ya kalo banyak cerita yang loncat – loncat kayak kodok. Sebenernya masih banyak mau diceritain, apalagi tentang sang pangeran jenius, tapi yasudahla cerita diatas merupakan salah satu kejadian berkesan aku di tahun 2014 kemarin. Tulisan ini udah selesai saat tahun 2015 awal, saat petasan tak terdengar lagi.Terimakasih buat semua kenangan yang ada ditahun 2014, aku nggak akan membuang kenangan kemarin, bakal aku simpan sampai akhir hayat, dan berharap di tahun 2015 ini aku menjadi pribadi yang lebih baik, dan berharap  kejadian – kejadian baik selalu ada.

Tunggu cerita aku selanjutnya yaa....